Kritik Pedas Fraksi PDIP Untuk Anies Baswedan

Jakarta – Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Jakarta, mengkritik cara gubernur Anies Baswedan, dalam menangani banjir Jakarta.

Sementara, Gubernur Anies Baswedan mengatakan, banjir di Jakarta disebabkan oleh curah hujan yang ekstrem dan adanya kiriman air dari hulu.

KLIK BERBAYAR

Ketua fraksi PDI Perjuangan di DPRD Jakarta, Gembong Warsono, mengkritik cara Gubernur Dki Jakarta, Anies Baswedan, dalam menangani banjir Jakarta.

Baca Juga  Presiden Sepakat Bangun Terowongan Istiqlal ke Katedral

Gembong Warsono menilai selama dua tahun kepemimpinan Anies, belum ada eksekusi terkait proses penataan sungai.

Sementara itu, gubernur Anies Baswedan mengatakan banjir yang terjadi di Jakarta pada Sabtu lalu disebabkan oleh curah hujan yang ekstrem.

Jasa Trending Topik Twitter : 083862309666 (WA Only)

Selain itu, menurut Anies banjir juga terjadi karena adanya kiriman air dari hulu.

Menyikapi musim hujan yang diprediksi masih akan terjadi hingga Maret, Gubernur Anies Baswedan meminta warga siaga untuk mengantisipasi terjadinya banjir di Jakarta.

Baca Juga  Soal Tebang 190 Pohon Monas, DPRD DKI Ingatkan Ancaman Pidana

Tak hanya itu, Gembong juga menilai penggunaan toa sudah ketinggalan zaman.

“Ya dengarnya agak lucu saja kalau pakai toa di era modern seperti ini. Tapi ya itulah Pak Anies. Saya cukup ketawa saja lah kalau di era modern seperti ini peringatan dini menggunakan toa kan rasanya agak unik di Jakarta loh, di kota metropolitan,” ucap Gembong sembari tertawa saat dihubungi, Sabtu (11,1,2020) malam.

Baca Juga  Soal Gibran vs Purnomo di Solo, PDIP: Semua Satu Suara Ikuti Keputusan Megawati

Menurut dia, seharusnya alat peringatan datangnya banjir bisa lebih canggih yang mengandalkan teknologi seperti alarm.

Sumber Artikel : Kompas.tv

BACA JUGA

Next Post

Panasnya Kongres PAN: Kursi Terbang, Kaca Pecah hingga 10 Orang Luka

Sel Feb 11 , 2020
Kendari – Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) kian memanas. Peserta kongres tidak dapat mengontrol emosi. Bahkan, hingga mengakibatkan peserta kongres luka-luka. Panas. Kericuhan demi kericuhan mewarnai sepanjang perhelatan kongres partai berlambang matahari putih yang digelar di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, sejak 10 Februari hingga 12 Februari 2020. Kericuhan […]