7 Macam Tes Mata yang Biasa Dilakukan

Tes mata penting dilakukan untuk melihat apakah organ tubuh yang berperan sebagai indera penglihatan ini mengalami gangguan kesehatan sehingga membuatnya tidak dapat berfungsi secara optimal. Tes mata ada pelbagai macam yang mana pelaksanaannya tergantung dari indikasi penyakit mata yang dialami. Lantas, apa saja jenis tes mata yang umum dilakukan?

Mengapa Melakukan Tes Mata?

Sebagai organ vital, mata harus selalu dijaga kesehatannya agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

KLIK BERBAYAR

Selain mencukupi kebutuhan nutrisi dan vitamin terutama yang berfungsi menjaga kesehatan mata, melakukan tes mata adalah cara untuk mengontrol kondisi kesehatan mata. Dengan melakukan tes mata, entah itu tes mata minus, tes mata silinder, hingga tes buta warna, segala bentuk gangguan mata dapat dideteksi sedini mungkin sehingga bisa segera ditangani sebelum bertambah parah.

Tes mata dilakukan oleh 3 (tiga) tenaga spesialis mata yaitu:

  • Opthalmologisadalah dokter spesialis mata yang bertanggungjawab terhadap pemeriksaan dan perawatan mata secara keseluruhan (termasuk tindakan operasi)
  • Optometris, adalah tenaga medis  yang lingkup praktiknya tidak seluas Opthalmologis  hanya bertanggung jawab terhadap pemeriksaan mata, diagnosis penyakit mata, dan memberikan resep obat mata
  • Ahli kacamata, bertugas hanya untuk melakukan  pemeriksaan mata dengan alat tes mata, menentukan jenis lensa kacamata yang tepat, dan menjual produk kacamata atau alat bantu lainnya seperti lensa kontak

Jenis-Jenis Tes Mata

1. Tes Otot Mata (Eye Muscle Test)

Tes mata ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan otot mata yang bertugas mengendalikan pergerakan mata.

Baca Juga  Presiden Jokowi Tegaskan 243 WNI Dalam Keadaan Sehat

Dokter akan meminta pasien untuk menggerakkan matanya mengikuti suatu objek bergerak yang ditentukan oleh dokter. Dengan cara ini dokter dapat mengidentifikasi kekuatan otot mata, pun kemampuan koordinasinya.

2. Tes Ketajaman Mata (Eye Acuity Test)

Tes mata berikutnya adalah tes ketajaman mata (eye acuity test).

Tes mata ini bisa dikatakan sebagai tes mata minus atau tes mata silinder. Pasalnya, tes ini bertujuan untuk menganalisis seberapa jelas penglihatan mata terhadap suatu objek.

Umumnya, dokter akan meminta pasien untuk melihat ke arah Snellen chart, yaitu papan atau kertas  berisi deretan huruf dan angka dalam pelbagai ukuran yang ditempatkan agak berjarak dari posisi pasien. Semakin ke bawah ukuran huruf dan angka tersebut akan semakin kecil.

Selain itu itu, dokter juga akan memeriksa kemampuan melihat jarak dekat pada mata pasien. Caranya, pasien diberikan kertas atau kartu berisikan huruf dan angka. Lalu, kartu tersebut diletakkan di posisi baca. Metode ini digunakan pada pasien yang mengalami rabun dekat.

3. Tes Bias Mata (Eye Refraction Test)

Tes ini bertujuan untuk menentukan jenis lensa apa yang sesuai dengan kondisi mata Anda.

Dokter akan memasangkan sejumlah jenis lensa sambil meminta pasien untuk memberitahukan lensa mana yang paling nyaman dan memberikan penglihatan jelas bagi mata.

Baca Juga  7 Hal Menandakan Tubuh Kita Kekurangan Vitamin.

Sama seperti acuity test, tes mata yang satu ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi apakah pasien mengalami rabun jauh, rabun dekat, atau masalah mata lainnya yang memengaruhi  ketajaman penglihatan.

4. Perimetri

Perimetri atau visual field test adalah jenis tes mata yang ditujukan untuk menganalisis bidang pandang mata, utamanya terhadap objek yang ada di sisi mata tanpa harus menggerakkan mata ke sisi tersebut.

Perimetri ini lantas terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu:

  • Konfrontasi, adalah tes di mana dokter akan meminta pasien untuk menutup salah satu mata dan pandangan lurus ke depan. Setelah itu, pasien diminta untuk memberitahukan manakala ia melihat objek bergerak tertangkap penglihatannya
  • Tes Goldmann atau Tangent, adalah tes di mana pasien akan dihadapkan pada layar yang berjarak tidak terlalu jauh. Kemudian, dokter akan meminta pasien untuk fokus pada objek gambar yang berada di tengah layar. Setelah itu, pasien diminta untuk memberitahu ketika melihat ada objek yang tertangkap oleh penglihatan sampingnya (periferal)
  • Perimteri otomatis, adalah tes mata di mana pasien dihadapkan pada layar terang, kemudian dokter akan menginstruksikan pasien untuk menekan tombol setiap kali melihat cahaya lampu berkedip

5. Tonometri

Sementara itu, tonometri adalah tes mata untuk mengidentifikasi tekanan cairan di dalam mata (intraocular pressure). Pemeriksaan mata ini juga bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit glaukoma yang menyebabkan kerusakan saraf mata.

Baca Juga  Beberapa Manfaat Singkong Rebus bagi Kesehatan Tubuh

Tonometri terdiri dari 2 (dua) metode, yaitu:

  • Tonometri Non-Kontak, adalah tes dengan menggunakan mesin yang berfungsi untuk menghembuskan udara guna mengukur tekanan di dalam mata.
  • Tonometri Aplanasi, adalah tes yang bertujuan untuk mengukur tekanan agar dapat memperbaiki salah satu bagian kornea mata. Pemeriksaan ini mengharuskan anestesi alias bius lokal karena akan ada kontak langsung dengan kornea mata

6. Retinoskopi

Seperti namanya, tes mata ini bertujuan untuk memeriksa  kondisi retina dan sejumlah komponen mata lainnya yang terletak di bagian belakang organ tersebut.

Sebelum melakukan tes, dokter akan memberikan cairan tetes mata yang berfungsi untuk mencegah pupil mengecil saat dokter menyinari mata dengan lampu. Setelah itu, barulah pemeriksaan dilakukan. Ada 2 (dua) jenis retinoskopi yang umum dilakukan, yaitu:

  • Retinoskopi langsung, yakni menggunakan alat bernama ophthalmoscope  agar dapat melihat bagian belakang mata
  • Retinoskopi tidak langsung, yakni menggunakan bantuan lensa khusus yang diposisikan di atas mata pasien. Kemudian, dokter akan memeriksa bagian belakang mata mulai dari retina dan komponen-komponen lainnya

7. Tes Buta Warna (Color Vision Test)

Buta warna adalah gangguan penglihatan mata yang gejala berupa sulitnya mata untuk mengidentifikasi  warna-warna tertentu. Buta warna sendiri terbagi ke dalam beberapa kategori yaitu:

  • Buta warna total
  • Buta warna sebagian (parsial)

Tes buta warna terdiri dari beberapa metode, tergantung dari kondisi buta warna yang dialami pasien. Metode-metode tersebut meliputi:

  • Anomaloscope
  • Ishihara
  • Farnsworth-Munsell
  • Penyusunan
  • Cambridge

Itu dia informasi mengenai tes mata yang perlu Anda ketahui. Memeriksakan mata Anda secara rutin ke dokter kiranya penting dilakukan guna meminimalisir risiko mata mengalami gangguan. Pun, jaga selalu kesehatan mata dengan mengonsumsi makanan bergizi setiap hari. Semoga bermanfaat!

Sumber : Doktersehat.com

BACA JUGA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Ulat Bulu Serang Mangunharjo - Semarang, Meresahkan Pemotor Hingga Motor Masuk ke Jurang.

Jum Des 20 , 2019
Para pengguna jalan diresahkan dengan adanya kehadiran ratusan ulat bulu yang menggantung di pohon-pohon di tepi Jalan Kompol R Soekanto, Mangunharjo, Tembalang, Kota Semarang, Jumat (20/12/2019) pagi ini. Pasalnya, ulat tersebut membuat kulit bentol dan gatal. Puluhan pengendara motor yang melewati jalan itu tampak kemudian berhenti membuka helm dan jaketnya. Baca Juga  Beberapa Manfaat […]