Ganjar: 80 Persen Petani Jateng Sudah Kantongi Kartu Tani

Jawa Tengah – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan saat ini sebanyak 80 persen lebih petani di Jateng telah terdaftar dan dapat memanfaatkan program kartu tani yang telah diluncurkan 2018 silam.

Ditargetkan, dalam waktu dekat seluruh petani di Jateng memiliki kartu tani agar program-program di sektor pertanian dapat berjalan sesuai harapan.

“Dari total jumlah petani di Jawa Tengah per 31 Desember 2019 mencapai 2,8 juta dan luas lahan 1,5 juta hektare, sebanyak 2,7 juta petani sudah mendapatkan kartu tani. Jadi lebih dari 80 persen petani di Jateng telah terdata dan akan terus kami tingkatkan,” kata Ganjar saat memimpin Rapat Koordinasi Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) di Gradhika Bhakti Praja, Jumat (31/1) .

KLIK BERBAYAR

Ganjar menegaskan, kartu tani yang menjadi program andalan Jateng bukan hanya terkait penyaluran pupuk bersubsidi. Lebih dari itu, kartu tani adalah program pengelolaan data di sektor pertanian yang lebih kompleks.

Baca Juga  Pemprov Jateng Adakan Sayembara Untuk Desain MAJT
“Saya tegaskan bahwa kartu tani ini bukan hanya soal pupuk bersubsidi. Jauh dari itu, kartu tani adalah data yang dapat melihat siapa tanam apa kapan dan dimana, berapa luasannya dan lainnya,” imbuhnya.

Meski belum sempurna, upaya penyusunan big data sektor pertanian melalui program kartu tani ini lanjut Ganjar, akan terus dievaluasi. Sejumlah perbaikan bahkan peningkatan kualitas kartu tani akan terus dilakukan.

Baca Juga  Ganjar Resmikan MTs Alkhairaat Bantuan Masyarakat Jateng

Bahkan pihaknya telah bekerjasama dengan salah satu bank nasional untuk mendata melalui pemanfaatan citra satelit menggunakan Geographic Information System (GIS).

“Dengan data, kita bisa mengendalikan petani agar tidak menanam komoditas sama, mengendalikan harga, bahkan sampai kebijakan apakah harus ekspor atau impor. Memang tidak mudah dan butuh waktu, namun semuanya harus dimulai sejak sekarang,” pungkasnya.

Salah satu petani asal Temanggung yang ikut dalam acara itu, Budi Sarwanto mengatakan, keberadaan kartu tani sangat membantu petani khususnya dalam pemenuhan pupuk bersubsidi. Sebelum ada kartu tani, para petani kesulitan mendapatkan pupuk dengan harga murah.

Baca Juga  Datangi Siswi SMP Korban Siksaan Teman, Keluarga Tersangka Minta Maaf
“Kalau sekarang, begitu menanam selesai, seminggu berselang kami sudah bisa ambil pupuk. Barangnya tersedia dan tentunya harganya lebih murah,” kata Budi.
BACA JUGA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Cek Bandara Kulon Progo, Jokowi: Sementara Ini Puas

Jum Jan 31 , 2020
Kulon Progo – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau proyek pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA) di Kabupaten, Kulon Progo DIY, Jumat (31/1/2020). Usai berkeliling di terminal bandara, Jokowi mengaku puas. “Saya tadi lihat dengan Ngarso Dalem (Sultan), pekerjaan bagus dan ini dikerjakan oleh BUMN kita PTPP. Sementara ini puas,” terang presiden […]