Aksi Menteri Keuangan Sri Mulyani Bongkar Penyelundupan Motor dan Mobil Mewah

Penyelundupan motor dan mobil mewah khususnya melalui pelabuhan masih saja terjadi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, dalam kurun waktu 2016 sampai 2019, ada 22 kasus penyelundupan sepeda motor yang ditangani Bea Cukai.

KLIK BERBAYAR

Ia membeberkan, dari jumlah kasus tersebut jumlah penyelundupan motor meningkat drastis di tahun 2019 dibandingkan dengan 2018.

“Jumlah motor tadi kasusnya hanya 22 tapi jumlah motor yang diselundupkan 3.956 total seluruh Indonesia. Dan sekali lagi yang terbesar di tahun 2019 (ada) 2.693 motor sendiri. Kemudian tahun 2018 (ada) 127. Jadi ada pelonjakan luar biasa dari 2018 ke 2019,” kata Sri Mulyani saat konferensi pers kasus penyelundupan mobil dan motor mewah di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Baca Juga  Cek Harga BBM Pertamina hingga Shell Hari Ini, Siapa Paling Murah?

Nilai barang dari motor tersebut mencapai lebih dari Rp 13 miliar. Peningkatan penyelundupan mobil juga meningkat di tahun 2019 dengan nilai barang mencapai Rp 315 miliar lebih.

“Jadi jumlah mobil 91 itu terdiri dari 7 mobil dalam 5 kasus tahun 2018. Dan tahun 2019 itu 84 mobil sendiri itu 57 kasus jumlah mobilnya 84. Jadi total mobil 91,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani belum bisa memastikan alasan pasti mengapa ada peningkatan jumlah penyelundupan mobil dan motor di tahun 2019. Ia menduga salah satu sebabnya adalah banyak yang minat memiliki mobil dan motor mewah di Indonesia. Sehingga sampai berani melakukan penyelundupan.

Baca Juga  Sri Mulyani Minta Pengusaha Bujuk DPR Ketok Omnibus Law Perpajakan

“Tapi kenaikan kan luar biasa di 2019 ini. Mungkin ya mereka menganggap Bea Cukai dalam posisi terlena atau waktu itu dalam situasi transisi kabinet sehingga pemerintah tidak melihat, saya enggak tahu. Tapi yang jelas kenaikannya luar biasa banyak di 2019,” ungkap Sri Mulyani.

Pelabuhan Tanjung Priok menjadi salah satu tempat penyelundupan mobil dan motor mewah. Selama kurun waktu tahun 2016 hingga 2019, ada tujuh kasus penyelundupan mobil dan motor mewah yang dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Tidak kurang sebanyak 19 unit mobil mewah dan 35 unit motor, rangka motor, mesin motor mewah berbagai merek telah diamankan oleh Bea Cukai yang lewat Tanjung Priok. Perkiraan total nilai barang mencapai kurang lebih Rp 21 miliar dan potensi kerugian negara mencapai sekitar Rp 48 miliar.

Baca Juga  Gaet Wisatawan Lebih Banyak, Candi Prambanan Diusulkan Punya Kereta Gantung

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, jumlah tersebut hanya di Tanjung Priok. Modus yang digunakan dalam kasus penyelundupan adalah dengan memberitahukan barang tidak sesuai dengan isi sebenarnya.

Untuk memastikan jenis barang yang sebenarnya, petugas melakukan hi-co scan kontainer dan mendapati citra yang menunjukkan barang yang diimpor berupa kendaraan roda empat. Untuk selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

“lmportasi kendaraan tersebut diberitahukan dalam dokumen sebagai batu bata, suku cadang mobil, aksesoris dan perkakas serta dilakukan oleh tujuh perusahaan berbeda,” ujar Sri Mulyani.

Sumber : Kumparan.com

BACA JUGA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Dipimpin Puan Maharani, DPR RI Resmikan Prolegnas 2020-2024

Rab Des 18 , 2019
DPR RI secara resmi menyetujui 248 Rancangan Undang-undang (RUU) yang masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) tahun 2020-2024. Dari jumlah itu, sebanyak 50 RUU turut disepakati untuk masuk dalam Prolegnas prioritas tahun 2020 Keputusan itu diambil DPR melalui rapat paripurna ke-5 tahun sidang 2019-2020 yang digelar di Gedung Nusantara II, Kompleks […]